Selasa, 16 Desember 2008

Langkah Pertama dari rumus Peak Performance

Kepada:
"Marsi Ragaleka"
mars_mcflores@yahoo.com
Mon, 15 Dec 2008 08:19:34 -0500


Hallo Marsi,
Orang yang telah meraih kesempurnaan mengikuti jalur yang tetap dalam mencapai keberhasilan. Saya sebut itu Rumus keberhasilan Optimal (Performance) ( Anthony Robbins )Mari kita bahas apa yang dimaksud oleh Anthony Robbins dengan rumus keberhasilan optimal atau Peak Performance.
Langkah Pertama dari rumus ini adalah :Mengetahui apa yang ingin dihasilkan, yaitu : menentukan dengan tepat apa yang diinginkan. Orang tidak malas. Mereka hanya memiliki tujuan yang impoten yaitu tujuan yang tidak mengilhami mereka, Anthony RobbinsDapatkan Langkah Kedua dari rumus ini dalam email Berikut.
Salam Dahsyat!!!
Tung Desem Waringin

Sabtu, 13 Desember 2008

Jumat Agung dan Paskah, JPPR Minta KPU Ubah Hari H Pencoblosan.

Rizal Maslan - detikNews
Sabtu, 13/12/2008 17:38 WIB


Jakarta - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah kembali hari H, pencoblosan pada Pemilu 2009. Sebab sebagian masyarakat Indonesia, khususnya umat Kristiani merayakan hari suci 'Jumat Agung' dan dikuatirkan tak bisa menggunakan hak pilihnya."Tentang hari H yang jatuhnya hari Kamis tanggal 9 April 2009, ternyata berada pada pekan suci raya bagi umat Kristiani. Saya baru pulang dari Kupang, NTT, di sana masyarakat ingin mengusulkan supaya diubah lagi hari H pemilu," kata Direktur Eksekutif JPPR Jeirry Sumampow kepada detikcom di Jakarta, Sabtu (13/12/2008).Menurut Jeirry, selama sepekan di bulan April 2009, ummat Kristiani melakukan aktivitas keagamaan. Pada hari Jumat tanggal 10 April 2009 merupakan peringatan kematian Yesus Kristus dan Hari Raya Paskah (kebangkitan Yesus Kristus) pada tanggal 12 April 2009. "Kedua hari ini merupakan hari raya yang sangat penting bagi kehidupan keagamaan orang Kristen. Karena itu dikuatirkan banyak orang Kristen tidak akan menggunakan hak pilihnya," jelasnya.Tentunya, lanjut Jeirry, sejumlah daerah kemungkinan pada waktu pencoblosan pada Pemilu 2009 terganggu. Daerah yang banyak penganut Kristen, seperti di Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara dan daerah lainnya.Selain dikuatirkan tidak bisa mencoblos, dikatakan Jeirry, kemungkinan masyarakat sekitar yang enggan menjadi petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan PPS. Di samping itu, penentuan hari Kamis tanggal 9 April sebagai hari H pencoblosan berdekatan dengan hari Jumat sebagai libur nasional meningkatkan angka masyarakat tidak memilih alias golput. "Saya kira, ada kemungkinan kecenderungan untuk memanfaatkan libur akhir pekan yang panjang dengan bepergian ke luar kota ketimbang memilih," tandasnya.Selain itu, lanjut Jeirry, proses penghitungan dan rekapitulasi suara juga rawan kecurangan dan manipulasi, karena pertemuan tiga hari libur itu. "Problem ini harus segera dicarikan jalan keluarnya oleh KPU sebelum berlarut-larut," pungkasnya.(zal/djo)

TIDAK ADA JALAN YANG RATA UNTUK SUKSES

Bapak Marsi Ragaleka,
Sudahkah saat terbangun di pagi hari Anda memikirkan apa yang akan dilakukan dalam waktu 24 jam ke depan? Mengapa saya bertanya tentang hal ini? Sebab, apa yang kita lakukan hari inilah yang akan menentukan masa depan kita. Kita mungkin saja tidak akan bertemu dengan hari esok, namun, jika kita melakukan yang terbaik hari ini, maka bukan tidak mungkin masa depan kita akan lebih baik.
Untuk itu, jika saat terbangun di pagi hari kita sudah tahu apa yang akan dilakukan dalam 24 jam berikutnya, hal ini akan membantu agar kita bisa menyelesaikan semua tugas, amanah, dan tanggung jawab dengan lebih maksimal. Begitu juga dalam kehidupan. Jika ada target dan tujuan jelas dalam hidup, maka kita pun akan bisa lebih pasti dalam menentukan langkah ke depan.Dengan mempunyai target, kita seolah mempunyai kompas untuk mengarahkan ke mana kita menuju. Jika itu sudah kita miliki, maka kita tinggal melangkah untuk mewujudkannya. Sudah pasti, ujian dan cobaan, maupun godaan kadang akan datang untuk membelokkan langkah kita dari target yang telah kita tetapkan. Tak jarang, hempasan badai kehidupan juga bisa melemahkan semangat.Maka, dalam berbagai kesempatan, saya selalu menekankan pentingnya mempunyai keberanian untuk mewujudkan target tersebut sampai kita benar-benar mencapai kesuksesan. Dengan keberanian tersebut, kita akan tetap kokoh saat diterjang badai. Kita juga akan mampu menahan godaan sehingga tetap fokus pada tujuan.Memang tidak gampang untuk meraih sukses. Tak ada jalan rata untuk mencapai semua impian. Untuk itu, perlu keberanian menentukan tujuan, keberanian dalam melangkah, dan keberanian untuk mewujudkan sepenuh hati dan sekuat tenaga sampai kita benar-benar meraihnya.Selamat berjuang.
Salam sukses luar biasa.

Menembus Keterbatasa

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.
Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.
Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"
Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.
Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.
Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.
Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .
Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.
Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.
Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.
BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !
Semoga dapat memacu kita untuk berkarya dimanapun .......
Albert Zhu
Commercial Team Leader TOP
Note: Tulisan ini saya terima melalui e-mail saya yang selalu dikirim oleh www.andriewongso.com

Kamis, 11 Desember 2008

Kegiatan Expose dan Interpretasi

Kesibukan sedang menghampiri segenap kegiatan di lingkungan STP Bandung. Minggu ini adalah Pekan Professional Skill Developmnet yang tahun ini dikoordinir oleh Prodi Manajemen Divisi Kamar. Masing-masing Prodi mengadakan kegiatan masing-masing yang berhubungan dengan pengembangan skill mahasiswa. Jurusan Manajemen Perjalanan menyelenggarakan kegiatan Expose dan Intepretasi yang mana tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan untuk mengexpose dan mengintrepretasi sebuah obyek dan daya tarik wisata. Kegiatan Expose dan Intepretasi tahun ini mengambil tema Rural Rivival-back to Nature.


Acara kegiatan Expose-Interpretasi dibuka oleh Bapak Drs. Djoni Sofyan Iskandar, MM, mewakili Ketua STP Bandung Dra. Upiek Haeryah Sadkar, M.Sc., yang saat itu sedang menghadiri Seminar Internasional Pendidikan Pariwisata di Bali. Ada juga sambutan dari Ibu Dra. Serena Lucia Wangsanegara, MM-Ketua Jurusan Manajemen Perjalanan kembali menekankan bahwa kegiatan Ekpose-Interpretasi ini adalah salah satu kegiatan mahasiswa Jurusan Manajemen Perjalanan (yang terdiri dari Prodi Manajemen Bisnis Perjalanan, Manajemen Pengaturan Perjalanan, Manajemen Bisnis Konvensi) semester 3 yang merupakan bagian integral dari kurikulum sehingga mahasiswa dapat memahami konsep interpretasi, mampu mendesain dan merancang interpretasi serta mengembangkan media interpretasi. Sedangkan mekanisme Ekspose-Interpretasi mengarah pada penajaman kemampuan mahasiswa untuk menginterpretasikan suatu potensi pariwisata ke dalam dunia bisnis perjalanan.

Ketua Panitia Ekspose Interpretasi 2008, Sdr. Febry Erliyanto memaparkan bahwa tujuan ditetapkannya Rural Revival-Back To Nature sebagai tema kegiatan adalah untuk membangkitkan pariwisata pedesaan agar menjadi ODTW yang menarik. Penyelenggaraan acara ini berdasarkan prinsip 3R - Reduce, Reuse, Recycle. Pada kesempatan ini, mahasiswa/i MPJ juga ingin mengadakan acara yang berwawasan lingkungan/Eco Friendly Event.
Dalam kegiatan ini, terdapat 7 lokus yang dijadikan sebagai ODTW yang diekspose dan diinterpretasi yakni: Desa Batu Loceng, Desa Sawarna Banten, Kampung Banceuy Subang, Desa Nagrak Subang, Desa Sindangbarang Bogor, Desa Cibeusi/Curug Cibareubeuy (pasti sasah menyebutnya), dan Kampung Seni dan Wisata Manglayang Bandung.,

Jumat, 05 Desember 2008

Begonia Kelimutuensis Mulai Dicuri



Kompas, Jumat, 5 Desember 2008 18:05 WIB


ENDE, JUMAT - Jenis tumbuhan langka, Begonia kelimutuensis atau yang biasa disebut Uta Onga, di dunia hanya terdapat di dalam kawasan Taman Nasional Kelimutu, di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur kini mulai dicuri.
"Kasus pencurian terhadap tanaman ini mulai terjadi sejak bulan Juni lalu ketika media gencar mempublikasikan penemuan tanaman ini sebagai spesies baru," kata Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Gatot Soebiantoro, Jumat (5/12), di Ende.
Menurut Gatot, pencurian terhadap tumbuhan sejenis perdu itu banyak dilakukan di lokasi arboretum, tak jauh dari kawah danau triwarna Kelimutu.
Guna mengantisipasi pencurian yang lebih besar, pihak TN Kelimutu selain meningkatkan pengamanan dan pengawasan, juga melakukan sosialisasi lewat siaran RRI untuk menjangkau masyarakat di desa-desa, maupun pelosok, terutama dalam kawasan TN Kelimutu.
Pada November 2008, pihak TN Kelimutu memberikan imbauan lewat siaran RRI selama 20 kali, yang bertujuan mempersuasif masyarakat untuk turut menjaga dan mengawasi kelestarian seluruh jenis tumbuhan dalam kawasan TN Kelimutu, tak hanya Begonia kelimutuensis.
"Sebab kalau hanya mengandalkan aparat kami amat terbatas. Kami juga mengawasi para turis, terutama turis asing. Tapi tetap pengawasan itu kami lakukan sangat hati-hati supaya tidak mengganggu kenyamanan para turis," ujar Gatot.
Sekadar diketahui, selain Uta Onga, juga terdapat jenis tumbuhan lain yang memiliki kekhasan tersendiri sebagai tanaman endemik di TN Kelimutu, yakni dengan bahasa setempat biasa disebut turuwara (Rhododendron renschianum).
Dengan banyaknya keunikan jenis tumbuhan endemik di kawasan TN Kelimutu, pihak Balai TN Kelimutu memang harus lebih ketat dalam pengawasan seluruh flora yang ada.

Rabu, 03 Desember 2008

Mumbai, Jurnalisme, dan Masa Depan Internet

(Getty Images/LORENZO TUGNOLI)
Personil pemadam kebakaran India tiba di hotel Taj Mahal yang dijadikan sebagai target serangan teroris di Mumbai.

Kompas: Rabu, 3 Desember 2008 07:14 WIB
NINOK LEKSONO




”Serangan di India bisa menjadi studi kasus lain tentang bagaimana teknologi mentransformasi warga menjadi reporter potensial, menambah satu dimensi baru pada media berita.”(Brian Stelter dan Noam Cohen, ”New York Times”, 29/11)Internet sebagai teknologi terbukti ampuh digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari komunikasi personal hingga korporasional, mulai dari perdagangan hingga media. Khususnya untuk yang terakhir, salah satu wujudnya yang telah mapan adalah hadirnya media online seperti Kompas.com.Dalam perkembangan berikut, muncul fenomena blog, yang aslinya lebih berupa ekspresi personal atas berbagai topik, tetapi dalam perkembangan selanjutnya melahirkan impak yang jauh di wilayah media dan jurnalistik. Bahkan, muncul pertanyaan fundamental, ”Apakah blog menjadi masa depan jurnalistik?” Jawabannya terpulang pada keyakinan masing-masing, tetapi blog bersama tren lain yang kini juga berkembang, yakni jurnalisme warga (citizen journalism), tak diragukan lagi akan terus berkembang mewarnai perkembangan media.Salah satu uraian tentang praktik jurnalisme warga yang aktual karena terkait dengan berita utama internasional adalah yang dilakukan Arun Shanbhag ketika terjadi aksi teror di Taj Mahal Palace dan Tower di Mumbai, Rabu (26/11) malam pekan silam. Ia melaporkan apa yang terjadi melalui internet dari teras Colaba Causeway di Mumbai selatan (Lihat Brian Stelter dan Noam Cohen di The New York Times yang dikutip di atas). Shanbhag sendiri adalah asisten profesor di Harvard Medical School di Boston, yang hari itu kebetulan ada di Mumbai. Karena menyaksikan kejadian itu secara langsung, ia terpanggil untuk berbagi. Lalu, ia pun mengabarkan tentang suara rentetan tembakan dari senapan melalui Twitter dan mengunggah foto-foto yang ia buat dalam blog pribadinya. Dalam kenyataan, apa yang dilakukan Shanbhag itu hanya satu dari laporan yang ditulis jurnalis warga. Semuanya memperlihatkan bagaimana teknologi sedang mengubah warga menjadi reporter potensial. Saat aksi teror memuncak, ada lebih dari satu pesan dalam satu detiknya dengan kata ”Mumbai” di dalamnya yang dikirim ke Twitter, layanan pesan pendek yang semula dianggap keanehan, tetapi kini dalam dua tahun berhasil tumbuh menjadi satu panggung berita (news platform). Pesan-pesan tersebut dan juga lainnya yang dikirim melalui situs web dan juga situs yang digunakan untuk berbagi foto memang terkesan kacau. Namun, itu rupanya sangat berarti untuk menghubungkan orang dari berbagi tempat di dunia.Sebenarnya apa keunggulan yang ditawarkan media baru ini? Melalui Twitter, seseorang mendapat umpan (feed) dari banyak orang dalam satu waktu. Selain itu, jurnalis warga juga bisa menghindar dari aturan birokrasi yang dihadapi organisasi media. Misalnya saja batas waktu transmisi video langsung seperti yang dihadapi CNN, yang membuat reporternya lalu hanya bisa mengirim laporan via telepon, padahal stasiun TV berita, seperti CNN, amat mengandalkan gambar video. Sementara kamera dan telepon yang dibawa warga lain, termasuk jurnalis warga, tidak terikat dengan aturan di atas. Informasi yang dikirim jurnalis warga ini diakui besar artinya pada tahap awal krisis, khususnya ketika informasi resmi baik dari pemerintah maupun media utama masih berusaha menaksir seberapa luas skala serangan.Informasi tersebut barangkali sedikit, tetapi informasi yang sedikit, menurut guru besar Graduate School of Journalism Columbia University Sreenath Sreenivasan, lebih baik daripada tidak ada informasi sama sekali.
Masa depan internet
Dari uraian di atas tampak internet memegang peranan penting dalam munculnya dimensi baru jurnalisme. Mereka yang akrab dengan sejarah internet mengetahui bahwa medium ini tumbuh dan berkembang bisa dikatakan bukan sebagai produk akhir. Internet sebagai bukan produk akhir memberi kesempatan luas bagi siapa pun untuk berkreasi di atasnya. Pebisnis dan penemu bisa menggunakannya sebagai papan lontar untuk inovasi selanjutnya. Kini, ketika internet telah menjadi media utama, muncul desakan untuk mengubahnya menjadi sistem yang sudah mereka kalahkan, yaitu dengan jalan membuatnya tertutup. Artinya, nanti akan tidak ada lagi peluang bagi pihak luar untuk ”main-main” atau merekayasa (tinkering) sistem jaringan ini. Kalaupun tidak sepenuhnya, peluang untuk itu hanya akan dibuka sedikit, di bawah pengawasan ketat (Jonathan Zittrain, ”The Internet is Closing”, Newsweek, 8/12)
Alasan keamanan
Perubahan yang akan terjadi itu sebagian karena adanya kebutuhan untuk menjawab masalah keamanan yang memang biasanya muncul pada teknologi terbuka. Sebagian alasan lain adalah karena bisnis. Namun, upaya untuk mengubah sistem terbuka menjadi sistem tertutup diperkirakan akan memunculkan inovasi baru yang lazimnya muncul dari akibat tak terduga aktivitas otak- atik, yang sejauh ini telah memberi kita web, pesan cepat (instant messaging), jaringan langsung ke pihak tertentu (peer- to-peer networking), Wikipedia, dan sejumlah inovasi lain. Langkah penutupan juga akan memunculkan penjaga gawang, yang akan membuat kita, tetapi juga mereka, tawanan bagi rencana bisnis yang terbatas dan juga regulator yang umumnya takut pada hal-hal baru yang mengguncangkan. Kemungkinan di atas bisa jadi akan menimbulkan gelombang balik yang mengguncangkan. Bisa kita bayangkan berapa harga yang harus dibayar untuk berbagai sistem tertutup yang akan diperkenalkan, sementara pilihan teknologi dan aplikasi mungkin juga akan lebih terbatas. Namun, konsekuensi hilangnya kreativitas yang selama ini banyak dipicu dengan bebas dan terbukanya internet boleh jadi yang paling mendalam. Kita menilai bahwa internet yang kita kenal selama ini adalah salah satu pembentuk peradaban terbuka dan demokratis yang cocok dengan zaman dan gaya hidup abad ke-21.